Surat Terbuka Ketum Sedulur Jokowi

Dody Zuhdi
0

 





Yth bpk ibu sahabat baik, Tim Pemenangan, Simpatisan Kandidat Capres-Cawapres Pemilu 2024 




Dengan hormat, 


Ijinkan saya Paiman Raharjo Ketua Umum Relawan Sedulur Jokowi yang kebetulan saat ini sebagai Wamendes PDTT RI, ingin meluruskan berita yang beredar di media sosial.




Berita yang beredar tidak  benar Wamendes PDTT sedang kampanye, ada narasi-narasi yang sengaja dibuat  untuk membunuh karakter dan citra diri saya.




Pertemuan pada minggu 29 Oktober 2023 Pukul 16.00 merupakan rapat internal DPP Sedulur Jokowi yang rutin digelar 3 bulan sekali. Rapat digelar di rumah Wakil Ketua Umum SJ dan digelar pada hari minggu yang membahas perkembangan dinamika politik dan arah politik dukungan Sedulur Jokowi pada capres-cawapres 2024. Menyikapi dorongan pengurus relawan Jokowi se Indonesia agar segera menentukan sikap, maka DPP SJ menggelar rapat di Senayan yang memutuskan menggelar Rakernas sekaligus deklarasi dukungan Capres-Cawapres  2024.




Menindaklanjuti hal tersebut, maka pada tanggal 29 Oktober 2023 digelar lanjutan rapat untuk menyusun kepanitiaan Rakernas. 




Saya selaku Ketua Umum SJ memberikan arahan, bahwa saya selaku pejabat negara tidak boleh terlibat terlalu jauh, maka rapat menetapkan ketua SC Prof Bambang Saputra dan ketua OC bpk Agus Totok dan saya tidak terlibat dalam kepanitiaan tersebut. Selanjutnya dalam rapat tersebut saya sampaikan nanti akan saya laporkan ke pak pratikno dan bpk Jokowi selaku pembina Sedulur Jokowi dan minta waktu untuk audiensi. Jadi kalau dilihat dari narasi kejadian, bahwa ini rapat internal sebuah relawan yang sengaja dihembuskan ke publik untuk membuat kegaduhan dan menjatuhkan citra KETUM Sedulur Jokowi yang kebetulan saat ini sebagai Wamendes PDTT. 



Sehingga tidak ada kaitannya dengan Wamendes PDTT kampanye mendukung salah satu kandidat capres-cawapres, jelas ini acara internal relawan. Aneh dan heran mengapa ada pihak yang merasa kebakaran jengot wong ini rapat internal rutin dilakukan, kok diributkan dan dipermasalahkan. Mengapa menteri menteri dan wakil menteri yang terang-terangan hadir deklarasi dan mendukung capres-cawapres tertentu tidak diributkan, seperti pak Sandiaga Uno, pak Bahlil, pak Airlangga, pak Zulkifli Hasan, pak Budiari, pak Mahfud yang masih aktif menteri, wakil menteri agama, dan menteri menteri lain dari partai tertentu  yang  banyak terang-terangan mendukung capres-cawapres tertentu, padahal ngak cuti dan  masih aktif sebagai   Menteri atau Wamen. 



Rakyat harus cerdas dan jangan mudah diadu domba, saat ini belum memasuki masa kampanye, belum ada calon resmi yang ditetapkan oleh KPU sehingga tidak bisa hanya pertemuan rapat internal relawan dikategorikan kampanye, justru yang salah dan harus dilaporkan adalah para pihak yang memviralkan kegiatan tersebut ke publik, ini sebuah kejahatan. Kami sepakat akan melaporkan para pihak yang membuat berita ini, karena banyak narasi yang sengaja dibuat untuk menghancurkan citra dan karakter KETUM Sedulur Jokowi.




Saya mengingatkan jika para relawan Jokowi dan kader pdip saling menghujat, memfitnah, dan saling menghancurkan citra bapak Jokowi dan para relawan Jokowi, maka yang diuntungkan pihak sebelah. Masyarakat akan menbenci dan takut dengan kandidat yang diusung oleh koalisi Indonesia Maju dan Koalisi PDIP-PPP karena pendukungnya arogansi dan saling memfitnah, sehingga rakyat akan takut dan justru berpindah ke kubu sebelah. Mengapa sesama relawan Jokowi dan kader PDIP saling menghujat sesama relawan,  yang dulu bersatu mengusung Jokowi. Ada apa?  jangan jangan  ada agenda khusus  mengadu domba sesama relawan Jokowi agar citra kandidat sebelah naik dan dicintai rakyat, kita semua harus menyadari arti demokrasi yang sebenarnya, menghargai dan menghormati  perbedaan itulah wujud dari demokrasi. Berpolitik lah secara sehat, pikiran waras dan jiwa yang sehat. Sekian tulisan singkat saya ini, jika ada hal yang tidak berkenan mohon di maafkan.




Salam hormat


Ketum Sedulur Jokowi/Prof.Dr.H.Paiman Raharjo




Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)