Satgas Citarum Harum Paparkan Laporan Triwulan, Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Pemulihan DAS Citarum

Dody Zuhdi
0

 


CEO GROUP - Bandung – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum kembali melaksanakan kegiatan pemaparan laporan triwulan sebagai bentuk evaluasi, pengendalian, dan pertanggungjawaban pelaksanaan Program Citarum Harum dalam upaya penataan serta pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung dan dihadiri oleh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program pemulihan Sungai Citarum.


Kegiatan evaluasi triwulan ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian program, mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya guna mempercepat terwujudnya Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, SH., dalam paparannya menyampaikan bahwa evaluasi dan pelaporan secara berkala merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pengendalian program yang bertujuan memastikan seluruh sektor Satgas bekerja secara optimal dan terukur.



Menurutnya, Program Citarum Harum tidak hanya berfokus pada kegiatan pembersihan sampah di sungai, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas, yaitu pencegahan pencemaran, pengelolaan lingkungan hidup, pengawasan limbah, serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.


“Berbagai upaya terus kami lakukan secara berkelanjutan mulai dari pembersihan sungai, penanganan sampah domestik, pengawasan limbah industri, penertiban tempat pembuangan sampah liar, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya,” ujar Dansatgas.


Dalam laporan yang disampaikan, seluruh sektor Satgas Citarum Harum telah melaksanakan berbagai kegiatan lapangan yang meliputi pembersihan sampah di bantaran maupun badan sungai, penghijauan kawasan kritis, penataan lingkungan, pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran, serta pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.


Selain kegiatan fisik di lapangan, Satgas Citarum Harum juga terus mengedepankan pendekatan edukatif melalui sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari tingkat desa, kelurahan, sekolah, kelompok masyarakat, hingga komunitas lingkungan guna menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.


Dansatgas menegaskan bahwa persoalan sampah dan limbah merupakan tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah maupun Satgas semata. Oleh karena itu, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan keberhasilan Program Citarum Harum.


“Permasalahan sampah dan limbah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau Satgas semata. Diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik sejak dari rumah tangga sehingga tidak berakhir mencemari sungai dan lingkungan,” tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menyampaikan bahwa Program Citarum Harum merupakan program kolaboratif yang dijalankan secara bersama antara Kodam III/Siliwangi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk komitmen dalam menangani berbagai permasalahan lingkungan di DAS Citarum.


Menurutnya, Sungai Citarum memiliki peran yang sangat strategis bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat. Sungai tersebut dimanfaatkan oleh jutaan masyarakat mulai dari kawasan hulu di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, hingga kawasan hilir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, keberlanjutan dan kualitas lingkungan Sungai Citarum harus menjadi perhatian bersama.


Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, terutama persoalan sampah yang hingga saat ini belum dapat ditangani secara maksimal. Produksi sampah rumah tangga yang terus berlangsung setiap hari menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan dan sungai.



“Kita sudah berulang kali melakukan pembersihan secara serentak dengan jumlah sampah yang cukup besar. Namun selama sumber permasalahan tidak diselesaikan, sampah akan terus muncul setiap hari. Karena itu diperlukan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,” ujarnya.


Sekda Jawa Barat juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah pada dasarnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota, sementara pemerintah provinsi berperan sebagai koordinator dan fasilitator dalam mendukung upaya penanganan di daerah.


Lebih lanjut, ia meminta Satgas Citarum Harum untuk tetap memberikan perhatian khusus terhadap persoalan sampah sebagai salah satu isu utama yang memengaruhi keberhasilan program pemulihan DAS Citarum. Dukungan jajaran TNI mulai dari Kodim, Koramil hingga Babinsa dinilai sangat penting dalam membantu edukasi dan pembinaan masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.


Menurut Herman Suryatman, dampak persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi aspek kesehatan, sosial, ekonomi bahkan politik apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.


Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sumber-sumber sampah ke dalam beberapa klaster, mulai dari klaster rumah tangga, perkantoran pemerintah dan swasta, pasar tradisional, pusat perdagangan, hingga rumah makan dan restoran. Seluruh sektor tersebut diharapkan mampu mengelola sampahnya secara mandiri sehingga tidak menjadi beban lingkungan.


Wilayah yang menjadi perhatian utama dalam Program Citarum Harum meliputi kawasan Bandung Raya yang terdiri atas Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena berada di sepanjang aliran DAS Citarum yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Jawa Barat.


Melalui kegiatan evaluasi dan pelaporan triwulan ini, Satgas Citarum Harum menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan efektivitas program di lapangan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Sungai Citarum yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansatgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, perwakilan Aster Kasdam III/Siliwangi, para Dansektor,Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, perwakilan DLH kabupaten/kota, para bupati dan wali kota, para camat, serta para pemangku kepentingan yang wilayah kerjanya berada di sepanjang aliran Sungai Citarum.***pm







Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)